Tampilkan postingan dengan label nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nusantara. Tampilkan semua postingan

Ayo Bermain Bersama

Angin mungkin terasa menjadi sahabat terbaik saat sedang bermain layang-layang, tatkala ia adatang sepoi-sepoi menyejuk dan mengangkat sang layang terbang.Demikian kira-kira kita memilih satu cara mudah mendekatkan manfaat yang terasa dekat dengan anak-anak, bahkan kaum dewasa pun pasti menikmatinya.

Angin adalah sebuah anugerah yang harus diakui tetap dan selalu menjadi salah satu sahabat terbaik sepanjang sejarah kehidupan kita. Anggaplah kita sedang bermain dengannya sebagaimana layaknya anak-anak menikmati benangnya yang memanjang, dan mengecilnya pandang layang-layangnya di langit, bersahama teman-teman yang lain.

Kita akan bermain dengan beberapa kata yang ada di bawah ini untuk digunakan mengekspresikan diri masing-masing sesuai dengan minatnya. Silahkan coba tuliskan atau lukiskan atau nyanyikan atau yang lainnya, yang terpenting kata-kata yang sudah disediakan ini semua terpakai.
  1. Rayuan
  2. Pulau
  3. Kelapa
  4. Kerajaan
  5. Wali
  6. Nusantara
  7. Kelana
  8. Wikipedia
  9. Indonesia
  10. Merdeka


( untuk refleksi pribadi/ kegiatan kelompok)
jika di kelas dapat disesuaikan dengan usia siswa dan mata pelajar

Sekelumit Sejarah Sekolah di Indonesia Sebelum Kemerdekaan

Sejenak melongok sejarah pendidikan di sekolah sebelum Indonesia merdeka....

Apa yang terjadi pada tahun 1698 dalam bidang pendidikan? Tahun itu merupakan tahun penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia, karena pada tahun itu didirikan sekolah pertama yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar. Sekolah ini bernama Sekolah Melayu Batavia dan didirikan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.

Sekolah Melayu Batavia bertujuan untuk mendidik anak-anak pribumi yang berasal dari keluarga bangsawan atau pejabat lokal yang bekerja sama dengan VOC. Sekolah ini juga mengajarkan agama Kristen, bahasa Belanda, dan ilmu pengetahuan dasar. Sekolah ini dianggap sebagai cikal bakal sistem pendidikan modern di Indonesia, karena sebelumnya pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh sistem pesantren yang berbasis agama Islam.

Sekolah Melayu Batavia berjalan hingga tahun 1808, ketika pemerintahan VOC digantikan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa itu, sekolah-sekolah baru didirikan dengan menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Sekolah-sekolah ini lebih menekankan pada pendidikan teknis dan praktis daripada pendidikan umum dan humaniora. Sekolah-sekolah ini juga lebih bersifat diskriminatif dan eksklusif, karena hanya diperuntukkan bagi anak-anak Eropa atau Indo (campuran Eropa dan pribumi).

Sekolah Melayu Batavia merupakan salah satu warisan sejarah yang menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia pernah menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa pengantar. Hal ini penting untuk diingat, karena saat ini banyak perdebatan tentang peran bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam pendidikan di Indonesia. Apakah kita harus kembali ke sistem pendidikan yang menggunakan bahasa lokal, atau kita harus mengikuti perkembangan global dengan menggunakan bahasa asing? Jawabannya mungkin tidak mudah, tetapi kita bisa belajar dari sejarah untuk mencari solusi terbaik bagi pendidikan di Indonesia.