Tampilkan postingan dengan label permainan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permainan. Tampilkan semua postingan

D a d u



Dadu, benda yang sederhana bentuknya 
Tanpa harus dengan imaginasi rumit 
Bentuk dan jumlah sisi yang tetap 
Jumlah sisi hanya enam tidak lebih
Wajah angka pun berjumlah sama 
Mudah dimainkan oleh yang muda hingga yang tua,
pria ataupun wanita 
Ringan untuk dibawa kemana-mana

Menghibur juga merekatkan pergaulan dan kekeluargaan
Merangsang pikiran dengan ingin menebak langkah yang akan didapat
Menebak memperkirakan mendapatkan mengejutkan lalu
Menggembirakan serta mampu memberi semangat 

Sisi lain bisa bergulir
Juga mengalihkan perhatian  yang membuat rencana menjadi bias
Dalam tujuan dan kegunaan
Bahkan hingga menyesatkan dan menjadi 
Sebuah bentuk perjudian 

Percaya pada tujuan pembuatan
Dan bagaimana memainkan
manfaat baik dari permainan menjadi 
kunci menjadikan dadu tetap digunakan dengan hingga kini secara luas dengan
tujuan untuk permainan, hiburan bahkan untuk alat belajar yang dapat diterima....


Dadu biasanya tidak dimainkan sendiri
Ia biasanya dengan temannya yang bisa bermacam-macam dipadukan 
Bisa dari kartu, gambar, tulisan, kata, kalimat dan aneka kreasi yang dituntun langkahnya dengan benda bernama dadu. Gulirnya  ditunggu hingga angka atau titik penanda angka itu menampakkan diri lalu disambut langkah berikutnya.

MEREMEHKAN AWAL PERCOBAAN

Pada hari Senin siang seorang ibu sedang menunggu dan mengamati anaknya yang sedang mencoba suatau permainan di halaman sekolah. Kelihatan wajahnya tak sabar melihat anaknya yang berkali-kali gagal mencoba permainan tradisional yang sedang dilatihkan beberapa guru kepada dua regu siang itu. Ia berlari menghampiri seorang guru, "Nggak bakalan bisa dia itu Bu, dia itu nggak sabaran, kalo adiknya mungkin malah bisa dia itu lebih sabaran!". Sambil ngobrol akrab salah satu ibu guru menjawan ,"ssst diem... mama ini ngganggu aja". 

Satu guru ikut tersenyum , tak jauh dari obrolan itu berlangsung sementara iamelanjutkan melatih  mengamati anaknya yang memang tampak kesal sambil memumukul-mukul alat yang sedang dicobanya. "Jangan diremehkan dulu, Ma; lihat yang kemarin lebih susah dia juga berhasil. Satu orang guru mengusir sambil bercanda "Mama, sana - sana - sana", sambil menunjuk ke arah ia duduk seberlumnya. Tak lama berselang ternyata betul-betul terjadi pemandangan yang mengejutkan. Anaknya sudah dapat mencoba walaupun belum sempurna. "Hore !, terus...!Mama kalah....!", Satu guru  menyemangati sang anak sambil menggoda mamanya juga tampak kagum dengan usaha anaknya.

Telah banyak pengalaman bercerita bahwa lingkungan memang bisa menghambat, jika ketidakpercayaan mengungkung seorang anak secara berlebihan. Belum lagi ditambah respon yang berlebihan terhadap suatu kegagalan anak-anak, yang sebenarnya adalah bagian yang sangat wajar dan perlu dialami sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. Sebaliknya lingkungan juga menjadi sangat mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal apabila anak-anak mendapatkan stimulan yang positip untuk bereaksi terhadap proses termasuk menghadapi kegagalan.

Cerita di tengah terik siang hari, di sudut halaman sekolah di bawah sejuk rindangnya pohon bersama seorang ibu yang setia menunggu anaknya berlatih, walau harus pulang lebih lama. Semoga bermanfaat.