Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Ayo... Kita Kenalan !


 “Mengenali dan Memahami Diri sebagai Pendidik”. 

Berikut ini adalah paragraf ringan dan menyenangkan yang saya buat berdasarkan beberapa sumber terlampir, tiada lain sebagai AKSI NYATA  turut berbagi pemahaman serta beberapa penerapan Kurikulum Merdeka. Menyadari bahwa untuk mencapai tujuannya semua pihak sangat pantas untuk semakin  tahu, memahami hingga dapat mengimplementasikan perangkat yang telah disiapkan oleh banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Hanya saja pada bagian ini saya akan pilih satu tema ini sekiranya cocok buat pendidik baik orang tua maupun  guru. tema tersebut adalah “Mengenali dan Memahami Diri sebagai Pendidik”. 




Apakah Anda pernah merasa bosan atau kurang bersemangat ketika mengajar di kelas? Apakah Anda merasa tidak cocok dengan karakteristik dan kebutuhan murid-murid Anda? Apakah Anda ingin menjadi guru yang lebih baik dan lebih merdeka? Jika jawaban Anda ya, maka Anda perlu mengenali dan memahami diri Anda sebagai pendidik. Mengapa demikian? Karena dengan mengenali diri sendiri, Anda akan mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda, serta potensi dan minat Anda dalam mengajar. Dengan memahami diri sendiri, Anda akan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, teknologi, dan murid-murid Anda. Dengan demikian, Anda akan menjadi pendidik yang merdeka, yaitu pendidik yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri, tidak tergantung pada orang lain, dan mampu menuntun murid-muridnya untuk menjadi manusia merdeka pula.

Bagaimana cara mengenali dan memahami diri sebagai pendidik? Salah satu caranya adalah dengan belajar dari pemikiran Ki Hajar Dewantoro, bapak pendidikan nasional Indonesia. Beliau memiliki gagasan dan prinsip pendidikan yang sangat relevan hingga saat ini. Beliau mengajarkan bahwa pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Beliau juga mengatakan bahwa pendidik itu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Dari pemikiran beliau, kita dapat belajar bahwa sebagai pendidik, kita harus menghormati kodrat atau fitrah murid-murid kita, serta membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

Untuk lebih memahami gagasan dan prinsip Ki Hajar Dewantoro, Anda dapat melihat PPT dengan tema “Mengenali dan Memahami Diri sebagai Pendidik” yang saya temukan berupa PPT. PPT ini berisi materi yang disampaikan oleh Muhammad Muzammil, S. Si, seorang guru SMP Ibrahimy 1 Sukorejo. PPT ini menjelaskan tentang pengertian manusia merdeka, peran pendidik dalam menuntun kekuatan kodrat murid-muridnya, serta strategi penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid-muridnya. PPT ini juga dilengkapi dengan gambar-gambar menarik dan latihan-latihan interaktif yang dapat meningkatkan pemahaman Anda.

Saya harap informasi ini bermanfaat bagi Anda. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang topik ini, Anda dapat melihat sumber-sumber lain yang saya temukan di bawah ini. Selamat belajar dan semoga sukses! 😊

Sumber :
Bahan  Untuk Slide/ PPT / Power Point untuk presentasi anda seputar Modul Merdeka...






Modul Ajar SD/ MI (contoh umum untuk kaitannya dengan CP/ ATP mata pelajaran :TIK,Bahasa Inggris,IPAS,Matematika ( Fase A, Fase B dan Fase C))





Belajar Menulis







contoh


Menyalin sepertinya pekerjaan yang sederhana. Namun begitu mencobanya menyalin tidak semudah yang dibayangkan. Mengetik dengan sudah disediakan format pun masih terkadang lari ke sana kemari. Belum lagi jika harus menyalin simbol-simbol yang jarang kita pakai. Proses dapat diawali dari menyalin yang lebih mudah dulu seharusnya, bila perlu paling mudah. Demikian saya mencoba menyimpulkan sendiri ketika mencoba belajar mengetik dan langsung menemui beberapa kesulitan untuk melanjutkannya.


54 Content Writing Examples, Tools, Tips, and Resources: Consider these 54 examples, tools, tips, and resources to help you create great writing that connects with your audience – Content Marketing Institute




Berburu Kata Kerja




Baca cuplikan cerita berikut, dan temukan kata kerja sebanyak-banyaknya!

Midnight came. It was a black night, and it rained. He was outside. He saw something in the air. "What's this? He said. "Can touch it? It's not there now."
He openednthe door of the room. He went inside.
"I can hear something", she said "What is it?"
" Are they sleeping?"

Ambilah selembar kertas dan temukan verbs  sebanyak-banyaknya!


Jangan Meremehkan Games


Apabila seseorang pernah merasa kesal, seperti orang tua yang marah kepada anaknya yang tidak mau menuruti panggilannya karena sedang seru bermain game favoritnya apakah pernah menjadi pengalaman anda sendiri? Mungkin bisa jadi masalah ini berhubungan dengan teman anda yang tampak cuek dan enggan ngobrol atau berinteraksi secara aktif. Pastilah sangät tidak bijak kalau kita serta merta menyalahkan gamenya.

Game sendiri sebenarnya dapat menjadi "alat" yang ampuh, bila kita mengenali daya stimulan untuk maju dalam cara berpikir, sejauh proporsi untuk jenis game, durasi dan arahan positif yang mampu diserap oleh penggua utamanya anak-anak.

Jika game bertaut dengan kemarahan, maka kembali sejenak mengingat tentang kemarahan. Kemarahan tidak selamanya buruk karena banyak pula kemarahan yang baik yang bisa menghentikan tindakan curang, jahat, licik dan korup. Namun untuk marah dengan benar tidaklah mudah Karena walaupun semua orang bisa marah, padab kenyataannya tidak semua orang bisa marah dengan cara yang benar, kepada orang yang tepat, pada waktu yang baik dan dengan tujuan yang jelas,  itu kata ahlinya.
Juga jangan tanya siapa, nanti saya tidak bisa menuliskan anda marah, mama anggaplah anda memiliki game itu dan berselancarlah siapa yang  ngomong, jadi rujuan dan tujuannya bertambah jelas.
,




Cobalah Ular Tangga 3D










Belajar Pagi


Bangun pagi langsung belajar pernah menjadi harapan saya ketika mendengar cerita dari orang-orang tua dahulu bahwan pagi yang sepi waktu yang bagus untuk belajar. Namun kenyataan yang saya alami tidak seperti itu karena bangun pagi bukan perkara yang mudah, apalagi di daerah yang dingin dan tidurnya sudah larut serta lelah.

Sering semangat belajar itu tampak menggelora menjelang ulangan atau ujian. Orang tua yang tidak berpendidikan pun tahu akan kepenatan anaknya ketika malam anaknya masih mengerutkan kening dengan membuka-buku yang serasa ingin dilahapnya. Tawaran untuk bnngun pagi dan melanjutkan belajar seperti janji indah dan peluang untuk segera menyetujuinya. Namun kegagalan demi kegagalan untuk bangun sepagi yang didambakan sulit terjadi. Tawar menawar dengan selimut kumal sering dimenangkan. Untunglah bila materi sudah sempat terlalui untuk dibaca walau hanya sejenak.

Sekedar mengenang tentang waktu dan juga tentang belajar. Waktu tak pernah menyediakan keburukan dan sekumpulan rasa gagal atau bersalah namun dalam proses belajar; waktu memberi ruang kepada yang belajar untuk mengerti

Bungkus Kado



bungkus kado anak umumnya lebih berwarna-warni
Kesan pertama seperti hal yang umum terjadi.
Dialami oleh kebanyakan orang saat-saat menjadi senang.
Melihat ada kedatangan hadiah yang terbungkus dengan cantiknya.
Pengalaman lama yang panjang bahkan jauh berlalunya bisa dalam mengesan.
Karena alasan dan sebab yang baik dikondisikan untuk menyapa perasaan
hingga sampai ke dalamnya hati.
Bukanlah ini hal yang harus rumit atau sangat sulit untuk dikerjakan.
Bukan pula wajib menjadi mahal atau barang eksklusif dan terbatas.

Kita dapat menyederhanakannya seperti bungkus kado.
Dengan balutan berwarna cantik dan gambar-gambar menarik.
Bukankah seorang anak sering  matanya terbelalak dibuatnya.
Tidak jarang berteriak kegirangan sambil membolak-balik.
Bungkusan hadiah yang diterimanya penuh perasaan bahagia.

Ilustrasi pengalaman sederhana serupa pastilah terjadi.
Dan ia akan terulang terus hari demi hari.
Apabila kita mengenangnya dengan kesehatan mental.
Pastilah kita dapat memanipulasi secara positif dan terarah

Kita tidak bisa mengesampingkan peran para orang tua dan pendahulu kita.
Juga peran para guru kita yang masih mengesan hingga sekarang.
Kesan bagaimana mereka telah bisa membungkus cara mereka untuk menyampaikan.
Pengajarannya dan membuat kita mampu belajar dengan perasaan senang.
Beberapa bahkan terasa mereka tidak sedang mengajari kita.
Kita seperti dibawa begitu saja bersampul kekuatan dan keterbatasan.
Yang mereka telah jadikan persembahan menjadi bagian-bagian penyambung.
Cara generasi menanggapi dan menapaki jaman yang abad demi abad.
Tersusun oleh sejarah panjang seperti lembaran-lembaran dongeng harian.

MEREMEHKAN AWAL PERCOBAAN

Pada hari Senin siang seorang ibu sedang menunggu dan mengamati anaknya yang sedang mencoba suatau permainan di halaman sekolah. Kelihatan wajahnya tak sabar melihat anaknya yang berkali-kali gagal mencoba permainan tradisional yang sedang dilatihkan beberapa guru kepada dua regu siang itu. Ia berlari menghampiri seorang guru, "Nggak bakalan bisa dia itu Bu, dia itu nggak sabaran, kalo adiknya mungkin malah bisa dia itu lebih sabaran!". Sambil ngobrol akrab salah satu ibu guru menjawan ,"ssst diem... mama ini ngganggu aja". 

Satu guru ikut tersenyum , tak jauh dari obrolan itu berlangsung sementara iamelanjutkan melatih  mengamati anaknya yang memang tampak kesal sambil memumukul-mukul alat yang sedang dicobanya. "Jangan diremehkan dulu, Ma; lihat yang kemarin lebih susah dia juga berhasil. Satu orang guru mengusir sambil bercanda "Mama, sana - sana - sana", sambil menunjuk ke arah ia duduk seberlumnya. Tak lama berselang ternyata betul-betul terjadi pemandangan yang mengejutkan. Anaknya sudah dapat mencoba walaupun belum sempurna. "Hore !, terus...!Mama kalah....!", Satu guru  menyemangati sang anak sambil menggoda mamanya juga tampak kagum dengan usaha anaknya.

Telah banyak pengalaman bercerita bahwa lingkungan memang bisa menghambat, jika ketidakpercayaan mengungkung seorang anak secara berlebihan. Belum lagi ditambah respon yang berlebihan terhadap suatu kegagalan anak-anak, yang sebenarnya adalah bagian yang sangat wajar dan perlu dialami sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. Sebaliknya lingkungan juga menjadi sangat mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang optimal apabila anak-anak mendapatkan stimulan yang positip untuk bereaksi terhadap proses termasuk menghadapi kegagalan.

Cerita di tengah terik siang hari, di sudut halaman sekolah di bawah sejuk rindangnya pohon bersama seorang ibu yang setia menunggu anaknya berlatih, walau harus pulang lebih lama. Semoga bermanfaat.

Kata Orang " Diam Itu Emas "

Silent Sky dinger

Kata orang, adalah sebuah pilihan sederhana yang dipakai oleh teman-teman untuk menceritakan  atau mengungkap banyak hal, atau pembuka untuk memulai obrolannya.
Ia menjadi bagian dari ungkapan yang sederhana dan akrab bagi telinga kita. Anak-anak, remaja hingga yang yang tua tetap menggunakannya hingga kini. Mengandung sesuatu yang penting atau menarik pada isi yang ingin diceritakan tetapi sang pemakai tidak ingin memaksa kepada yang mendengarnya untuk segera percaya begitu saja. Demikian pesan  sederhana yang sering saya tangkap ketika orang memilih menggunakan kata itu.

Saya meyakini yang membaca halaman ini sudah pernah melihat emas betulan, yang juga sering disebut sebagai logam mulia. Namun demikian bukan emas itu yang ingin kita ulas sedikit di dalam teks ini. Saya lebih memilih memulai dari kata diam yang terkandung di dalam judulnya. Ada orang-orang yang memilih mengerjakan banyak hal dengan mencoba sendiri dahulu sedikit demi sedikit hingga ia mencoba yang lebih berat dan membuktikannya hingga ia betul-betul bisa atau mampu menguasai. Ia tidak banyak bercerita kepada teman-tamannya baik cerita langsung maupun di media sosial. Misalnya Reni, seorang anak berumur delapan tahun merasa malu karena belum bisa bercerita bersama teman-temannya tentang kegiatan bersepeda dengan teman-temannya. setelah itu setiap sore ia belajar sendiri ditemani kakaknya selama dua minggu lebih hingga pada akhirnya ia betul-betul sudah bisa bersepeda sendiri dengan keseimbangan yang baik dan tidak takut untuk berkeliling di sekitar rumah bersama kakaknya. Ia tidak bercerita apa pun tentang bersepeda kepada teman-temannya selama ia sedang belajar naik sepeda, ia juga tidak menghitung sudah berapa kali ia terjatuh sejak ia belajar naik sepeda.

Pada kesempatan ini kita dapat pula menerapkan hal serupa untuk literasi anak-anak. Mengajak mereka memiliki kemampuan yang semakin baik untuk mencerna informasi, mengolahnya dengan keadaan pribadi dan situasi setempatnya hingga pada bagian utamannya dapat mempraktekkan atau menerapkan pada hal sederhana dan dekat dengan kebutuhan atau lingkungannya.
Misalnya :

  • Amatilah bukumu yang kamu pegang dari sampul hingga halaman lima ?
  • Apa yang dapat kamu ceritakan dari sampulnya ?
  • Adakah yang dapat kamu baca atau kamu ikuti/ tirukan dari halaman itu ?
  • Adakah yang dapat dicoba / dipraktekkan dari halaman-halaman itu?
  • Adakah lagu yang dapat saya nyanyikan dari halaman-halaman itu?
Semoga hari ini anda mendapatkan sesuatu yang baik dari apa yang anda baca, serta dapat anda bawa dalam hidup anda.


Dapatkan aneka sumber bacaan dengan rajin menelusuri aneka sumber online tak terbatas semoga semakin bertambah disegarkan.